Effek Kopi Terhadap Kesuburan Wanita

Kopi menjadi favorit bagi sebagian besar penikmat kopi di seluruh dunia, tidak hanya kaum adam, kaum hawa-pun banyak juga yang menggilai kopi. Kopi menjadi pilihan favorit banyak orang dikarenakan citarasa dan aroma yang menarik, selain itu beberapa manfaat kopi antara lain, menurunkan resiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler). Walaupun kopi banyak memberikan manfaat, akan tetapi perlu diketahui pula dampak buruk yang diberikan kopi bagi para penikmatnya terutama bagi para perempuan. Hal ini karena kopi juga memiliki senyawa (kafein) yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Kafein merupakan senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. “Kafein” sendiri merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada senyawa kimia pada kopi. Senyawa kimia yang sama juga ditemukan pada beberapa tanyaman lain dan istilah yang digunakan juga berbeda untuk setiap tanaman. Pada guarana senyawa ini disebut guaranina, pada mate disebut mateina, dan pada teh disebut teina. Pada tumbuhan, senyawa ini berperan sebagai pestisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangga-serangga tertentu yang memakan tanaman tersebut. Selain itu, diketahui bahwa senyawa tersebut dapat menghambat perkecambahan tumbuhan lain disekitar tumbuhan utama.
Kandungan kafein pada kopi bervariasi tergantung dari jenis biji kopi dan metode pembuatan yang digunakan. Secara umum kafein yang terkandung dalam sajian secangkir kopi (120 mL) berkisar antara 40 mg-100 mg. Dan umumnya kopi yang mengalami proses pemanggangan yang lama seperti “dark-roast” memiliki kadar kafein yang rendah. Sedangkan kopi varietas arabica memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dari varietas robusta.
Dampak Kafein Terhadap Kesuburan Wanita
  • Metabolisme Kafein:
Kafein memiliki molekul metabolit yaitu 1-3-7-asam trimetilurat, paraksantina, teofillina dan teobromina dengan masing-masing lintasan metabolismenya. Kafein mengikat reseptor adenosina di otak. Adenosina ialah nukleotida yang mengurangi aktivitas sel saraf saat tertambat pada sel tersebut. Seperti adenosina, molekul kafein juga tertambat pada reseptor yang sama, tetapi akibatnya berbeda. Kafein tidak akan memperlambat aktivitas sel saraf/otak, sebaliknya menghalangi adenosina untuk berfungsi. Dampaknya aktivitas otak meningkat dan mengakibatkan hormon epinefrin terlepas. Hormon tersebut akan menaikkan detak jantung, meninggikan tekanan darah, menambah penyaluran darah ke otot-otot, mengurangi penyaluran darah ke kulit dan organ dalam, dan mengeluarkan glukosa dari hati. Lebih jauh, kafein juga menaikkan permukaan neurotransmiter dopamin di otak.
  • Pengaruh Terhadap Kesuburan
Pada penelitian terbaru yang dilakukan pada tikus percobaan menunjukan bahwa kafein menghambat kontraksi pada saluran telur yang berfungsi membawa telur menuju rahim. Kafein dapat membuat tidak aktifnya alat pacu di dinding tuba falopii yang berfungsi mengirimkan gelombang kontraksi secara terkoordinasi untuk membawa sel telur menuju rahim. Penelitian ini menunjukan bahwa kontraksi memainkan peran lebih besar dalam transportasi telur daripada rambut-rambut tuba falopii seperti cilia. Padahal, pada penelitian sebelumnya, diperkirakan sebaliknya.
“Penemuan ini menuju jalan panjang ke arah menjelaskan kenapa minum minuman berkafein bisa mengurangi peluang seorang perempuan untuk hamil. Ini memberikan penjelasan rumit sebagaimana kenapa perempuan yang mengonsumsi kafein tinggi sering membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil daripada perempuan yang tidak mengonsumsi kafein,” kata pemimpin penelitian Profesor Sean Ward, dari University of Nevada di Reno, Amerika Serikat.
  • Pengaruh Terhadap Kehamilan
Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan hormon epinefrin, dan menyebabkan ibu dan janinnya stress. Peningkatan kadar epinefrin ini akan mengurangi aliran darah ke rahim, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi ke janin pula. Rata-rata orang di Amerika mengkonsumsi 206 sampai 210 miligram kafein setiap harinya atau sekitar 1,5 cangkir kopi. Sementara wanita hamil di sana rata-rata mendapatkan 144 mg kopi setiap harinya. Kafein yang diminum oelh ibu hamil itu, tidak hanya dapat melintasi plasenta dan memasuki aliran darah janin. Hal ini terjadi antara lain karena hati pada janin belum mampu memproses kafein secepat ibunya, sehingga kafein itu akan tinggal di sistem peredaran darah janin dalam waktu yang lebih lama.
Kesimpulan
Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan keracunan (intoksikasi). Gejala dari keracunan kefein antara lain, keresahan (gelisah), insomnia, muka merah, gangguan saluran perkemihan (frekuensi untuk kencing meningkat/diuresis) dan gangguan saluran pencernaan. Gejala ini biasa terjadi jika konsumsi kafein lebih dari 250 mg. Sedangkan gejala yang lebih parah akan timbul setelah konsumsi kafein lebih dari 1g. Gejala yang timbul seperti, kejang otot, kecemasan pikiran dan ketidakteraturan dalam berkata-kata, aritmia cardium, gangguan psikomotor (psychomotor agitation). Selain itu konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan menurunkan peluang terjadinya kehamilan bagi perempuan pecandu kopi. Lalu, bagaimanakah dengan konsumsi teh dan coklat yang mengandung senyawa alkaloid xantina, sama dengan kandungan senyawa di dalam kopi???

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s